LATAR
BELAKANG
Semakin
pesatnya perkembangan teknologi informasi di kalangan masyarakat, Indonesia
merupakan negara yang terkena dampak besar dalam perkembangan teknologi
informasi, secara umum T.I sangat membantu sekali dalam mobilitas masyarakat kita,
tentunya sangat membantu, tapi secara umum banyak kalangan masyarakat yang
terpaku dengan kemajuan teknologi, sehingga berkurangnya waktu untuk bersosial.
Kemudahan
akan jaringan yang menghubungkan seseorang dengan seseorang, sehingga
memudahkan berkomunikasi walau dengan jarak jauh, sehingga banyak sekali
masyarakat yang mengandalkan virtual sosial(bersentuhan secara visual), sangat
fleksibel membantu pekerjaan seseorang sehari-hari.
Dilain
sisi kemudahan T.I ini banyak disalah gunakan oknum, banyak juga penyelewengan
dari kemudahan berinformasi ini, kurangnya sosialisasi dengan lingkungan
sekitar, sehingga kurangnya kepedulian dan rasa sosial
Teknologi
informasi dan perubahan masyarakat
A.
Pengertian
teknologi Informasi
Teknologi
Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris
dikenal dengan istilah Information
technology (IT) adalah
istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat,
mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI
menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan
video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi,
tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam
modern (misalnya ponsel).
B.
Informasi Umum
TI adalah bidang
pengelolaan teknologi dan mencakup berbagai bidang yang termasuk tetapi tidak
terbatas pada hal-hal seperti proses, perangkat lunak komputer, sistem informasi, perangkat keras komputer, bahasa program , dan data konstruksi. Singkatnya, apa
yang membuat data, informasi atau pengetahuan yang dirasakan dalam format
visual apapun, melalui setiap mekanisme distribusi multimedia, dianggap bagian
dari TI. TI menyediakan bisnis dengan empat set layanan inti untuk membantu
menjalankan strategi bisnis: proses bisnis otomatisasi, memberikan informasi,
menghubungkan dengan pelanggan, dan alat-alat produktivitas.
TI melakukan
berbagai fungsi (TI Disiplin/Kompetensi) dari meng-instal Aplikasi untuk merancang jaringan komputer dan Database informasi. Beberapa tugas yang TI lakukan
mungkin termasuk manajemen data, jaringan, rekayasa perangkat keras komputer, database dan
desain perangkat lunak, serta manajemen dan administrasi sistem secara
keseluruhan. Teknologi informasi mulai menyebar lebih jauh dari konvensional komputer pribadi dan teknologi jaringan, dan lebih ke
dalam integrasi teknologi lain seperti penggunaan ponsel, televisi, mobil, dan
banyak lagi, yang meningkatkan permintaan untuk pekerjaan .
Pada masa lalu,
para (Dewan Akreditasi untuk Engineering dan Teknologi) dan Asosiasi untuk
mesin komputasi telah bekerjasama
untuk membentuk akreditasi dan standar kurikulum untuk program degrees di
Teknologi Informasi sebagai bidang studi dibandingkan dengan Ilmu Komputer and Sistem Informasi. SIGITE (Special
Interest Group for IT Education) adalah
kelompok kerja ACM untuk mendefinisikan standar ini. Pendapatan layanan TI di
seluruh dunia sebesar $ 763.000.000.000 pada tahun 2009.
C.
Pengertian
Perubahan Sosial
Perubahan
sosial secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses pergeseran atau
berubahnya struktur atau tatanan didalam masyarakat, meliputi pola pikir yang
lebih inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan
yang lebih bermatabat.
Pada dasarnya
setiap manusia yang ada di muka bumi ini dalam hidupnya dapat dipastikan akan
mengalami apa yang dinamakan dengan perubahan-perubahan. Adanya
perubahan-perubahan tersebut akan dapat diketahui bila kita melakukan suatu
perbandingan dengan menelaah suatu masyarakat pada masa tertentu yang kemudian
kita bandingkan dengan keadaan masyarakat pada waktu yang lampau.
Perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat, pada dasarnya merupakan
suatu proses yang terus menerus, ini berarti bahwa setiap masyarakat pada
kenyataannya akan mengalami perubahan-perubahan. Tetapi perubahan yang terjadi
antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain tidak selalu sama. Hal
ini dikarenakan adanya suatu masyarakat yang mengalami perubahan yang lebih
cepat bila dibandingkan dengan masyarakat lainnya.
Tentang
perubahan sosial ini, beberapa sosiolog memberikan beberapa definisi perubahan
sosial, yaitu :
Pengertian
Perubahan Sosial Menurut Ahli :
1. William F. Ogburn mengemukakan bahwa
“ruang lingkup perubahan-perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik
yang meterial maupun yang immaterial, yang ditekankan adalah pengaruh besar
unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial”
2. Kingsley Davis mengartikan
“perubahan-perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam
struktur dan fungsi masyarakat”
3. MacIver mengatakan “perubahan-perubahan
sosial merupakan sebagai perubahan-perubahan dalam hubungan sosial (social
relationship) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium)
hubungan sosial”.
4. JL. Gillin dan JP. Gillin mengatakan
“perubahan-perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang
telah diterima, baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan
material, komposisi penduduk, ideologi, maupun karena adanya difusi ataupun
penemuan-penemuan baru dalam masyarakat”.
5. Samuel Koenig mengatakan bahwa
“perubahan sosial menunjukkan pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam
pola-pola kehidupan manusia”. Definisi lain adalah dari Selo Soemardjan.
Rumusannya adalah “segala perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga
kemasyarakatan didalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya,
termasuk didalamnya nila-nilai, sikapdan pola perilaku diantara
kelompok-kelompok dalam masyarakat”.
Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa pengertian perubahan sosial adalah perubahan-perubahan
yang terjadi pada masyarakat yang mencangkup perubahan dalam aspek-aspek
struktur dari suatu masyarakat, ataupun karena terjadinya perubahan dari faktor
lingkungan, karena perubahannya komposisi penduduk, keadaan geografis, serta
berubahnya sistem hubungan sosial, maupun perubahan pada lembaga
kemasyarakatnnya.
D. Dampak Positif Teknologi
Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan
·
Informasi
yang dibutuhkan untuk menjadi lebih cepat dan lebih mudah dalam mengakses
tujuan pendidikan.
·
Inovasi
dalam pembelajaran tumbuh di hadapan e-learning inovasi yang lebih memudahkan
proses pendidikan.
·
Kemajuan
TIK juga akan memungkinkan pengembangan teleconference kelas virtual atau kelas
yang berbasis yang tidak memerlukan pendidik dan peserta didik berada dalam
satu ruangan.
·
Sistem
administrasi pada lembaga pendidikan akan lebih mudah dan lancar karena
penerapan sistem TIK.
·
Munculnya
media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber pengetahuan dan
pendidikan pusat.
·
Munculnya
metode pembelajaran yang baru, yang memungkinkan siswa dan guru dalam proses
pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi menciptakan metode baru yang membuat
siswa mampu memahami materi yang abstrak, karena materi dapat dibuat dengan
bantuan teknologi abstrak.
·
Sistem
pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Dengan kemajuan teknologi proses
pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dan guru, tetapi juga dapat
menggunakan layanan pos, internet dan lain-lain.
·
Mengurangi
lag dalam penggunaan TIK dalam pendidikan dibandingkan dengan negara-negara
berkembang dan negara maju lainnya.
·
Peningkatan
kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan dan pemanfaatan teknologi
informasi dan komunikasi.
·
ICT
sebagai sistem pendukung keputusan dalam dunia pendidikan. Guru meningkatkan
kompetensi mereka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan profil lembaga
pendidikan yang diakui oleh Pemerintah.
·
Berbagi
hasil penelitian, penelitian yang dipublikasikan dalam internet akan mudah
digunakan oleh orang lain di seluruh penjuru dunia dengan cepat.
·
Konsultasi
dengan ahli, konsultasi ahli di bidang undangan dapat dilakukan dengan mudah
bahkan jika para ahli sangat banyak di tempat.
·
Perpustakaan
online, perpustakaan online adalah perpustakaan dalam bentuk digital.
·
Diskusi
online. Diskusi online adalah diskusi yang dilakukan melalui internet.
·
Kelas
online. Aplikasi kelas online dapat digunakan untuk lembaga-lembaga pendidikan
jarak jauh, seperti universitas dan sekolah-sekolah terbuka. “Computer Aided
Instruction” telah melihat sedikit peningkatan kinerja siswa pada pilihan
ganda, pengujian standar di beberapa daerah. Computer Aided (atau dibantu)
Instruksi (CAI), yang umumnya mengacu pada siswa belajar mandiri atau tutorial
pada PC, telah terbukti sedikit meningkatkan nilai tes siswa dalam membaca dan
matematika keterampilan atau mata pelajaran lain, meskipun apakah peningkatan
ini berkorelasi dengan peningkatan yang signifikan dalam belajar siswa.
·
TIK
digunakan dalam mata pelajaran sekolah yang berbeda. Penggunaan ICT untuk
simulasi dan pemodelan dalam sains dan matematika telah terbukti efektif,
karena memiliki perangkat lunak pengolah kata dan komunikasi (e-mail) dalam
pengembangan bahasa dan kemampuan komunikasi siswa.
·
Akses
luar sekolah mempengaruhi kepercayaan pengguna. Siswa yang menggunakan komputer
di rumah juga menggunakan komputer di sekolah lebih sering dan lebih percaya
diri daripada siswa yang tidak memiliki akses di rumah mereka.
E. Dampak Negatif Teknologi
Informasi dan Komunikasi Dalam Pendidikan
Ada
biaya besar yang terlibat antara siswa miskin dan pendidikan yang bisa berakhir
menjadi kerugian. Hal ini sering disebut sebagai faktor kesenjangan digital.
Beberapa dampak negatif dari da Komunikasi Teknologi Informasi dalam
pendidikan, antara lain:
·
Kemajuan
TI akan semakin memudahkan pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) karena
akses mudah ke data yang menyebabkan orang plagiatis akan melakukan kecurangan.
·
Meskipun
sistem administrasi suatu lembaga pendidikan seperti sistem tanpa celah, tetapi
jika ada kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek
dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (jangka pendek perhatian).
·
Tes
Program kerahasiaan semakin terancam tes kecerdasan seperti tes Raven,
Differential Uji bakat dapat diakses melalui compact disk. Implikasi dan
masalah tes psikologis yang ada akan mudah bocor, dan pengembangan tes
psikologi harus berpacu dengan tingkat kebocoran melalui internet.
·
Penyalahgunaan
pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak pidana. Kita tahu
bahwa kemajuan di bidang pendidikan juga mencetak generasi e-book tinggi
berpengetahuan tetapi moral yang rendah. Misalnya, dengan ilmu komputer yang
tinggi maka orang akan mencoba untuk menerobos sistem perbankan dan lain-lain.
·
Tidak
membuat TI sebagai media atau sarana hanya dalam belajar, misalnya, kita tidak
hanya men-download, tapi masih membeli buku cetak, tidak hanya mengunjungi
perpustakaan digital, tetapi juga masih mengunjungi perpustakaan.
·
Pertimbangkan
penggunaan TI dalam pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang masih berada
dalam kendali sementara membuat pembelajaran dengan TI. Analisis pro dan kontra
penggunaan.
·
Mahasiswa
dan kadang-kadang guru, bisa aspek adiktif teknologi, bukan isi pelajaran.
Hanya karena topik dapat diajarkan melalui TI, itu tidak berarti bahwa itu
diajarkan secara efektif melalui TI. Bahkan jika subjek dapat diajarkan secara
efektif melalui TI, dan ada uang yang tersedia, itu tidak berarti bahwa selalu
ada manfaat untuk itu. Ada banyak penelitian atau studi yang dilakukan untuk
melihat dan melihat apakah penggunaan TIK dapat meningkatkan pembelajaran.
·
Perlu
untuk tujuan yang jelas. TI dipandang kurang efektif (atau tidak efektif) saat
tujuan penggunaannya tidak jelas. Seperti untuk menggunakan internet untuk
mencari video porno saat menggunakan komputer di sekolah.